Surakarta 6 Maret 2026 – Fakultas Psikologi UMS kembali Mengadakan Pengajian Rutin Bulanan yang bertepatan dengan Buka Bersama dengan Staff/Dosen Psikologi UMS dengan Purna. Yang dilaksanakan di Ruang Hybrid Lt. 2, Fakultas Psikologi UMS.
Momen bulan suci Ramadhan tidak hanya menjadi ajang peningkatan ibadah ritual, tetapi juga kawah candradimuka untuk membentuk karakter dan etos kerja. Hal ini dikupas tuntas dalam acara pengajian yang menghadirkan Dr. Kharis Nugroho, Lc., M.Ud., dengan mengusung tema “Spirit Ramadhan sebagai Pusat Pelatihan Integritas Profesional”.
Dalam kajiannya, Dr. Kharis menekankan bahwa esensi puasa jauh melampaui sekadar rutinitas menahan lapar dan dahaga dari terbit hingga tenggelamnya matahari.
“Puasa adalah pendidikan jiwa dan kehendak. Merujuk pada tafsir Al-Munir, ibadah ini dirancang untuk mendidik kemauan keras (yurabbi al-iradah), melatih ketahanan mental, serta mengendalikan diri dari dorongan impulsif,” tuturnya di hadapan para jamaah. Ia menambahkan, muara dari semua latihan tersebut sudah jelas termaktub dalam QS. Al-Baqarah ayat 183,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ١٨٣
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Kerja sebagai Ibadah: Niat Menjadi Kunci
Lebih lanjut, Dr. Kharis menarik garis lurus antara nilai ketakwaan dan dunia profesional. Menurutnya, meluruskan niat bekerja semata-mata karena Allah membawa dampak luar biasa di tempat kerja.
Ketika pekerjaan didasari niat ibadah dan keikhlasan, tugas yang menumpuk akan terasa lebih ringan. Ketulusan inilah yang menjadi “rahasia” lahirnya kinerja yang tidak hanya profesional, tetapi juga mengundang kemudahan dan keberkahan dari jalur yang tak disangka-sangka.
Empat Pilar Budaya Kerja Berkinerja Tinggi
Untuk menciptakan ekosistem kerja yang saling percaya (high-trust) dan berkinerja tinggi (high-performance), Dr. Kharis merumuskan empat pilar sinergi yang diadaptasi dari spirit Ramadhan:
- Muraqabah (Kesadaran Diawasi Allah)
Ini adalah fondasi kejujuran mutlak dari dalam diri, tanpa perlu pengawasan CCTV atau sistem pelacak absen.
Integritas WFH/Remote: Bekerja optimal dari rumah bukan karena takut atasan, tapi karena sadar Allah Maha Melihat.
Anti Korupsi Waktu: Memanfaatkan jam kerja secara penuh dan tidak mencuri waktu untuk kepentingan pribadi.
Menolak Gratifikasi: Menutup rapat celah suap atau keuntungan terselubung. Sekalipun lolos dari pantauan auditor, hal tersebut tidak akan luput dari pengawasan Tuhan. - Shabr (Kesabaran dan Kecerdasan Emosional)
Puasa melatih kesabaran yang wujudnya di tempat kerja berupa kecerdasan emosional, terutama saat menghadapi tekanan (under pressure) atau tenggat waktu yang ketat. - Etika Komunikasi Sosial
Menjaga lisan adalah kunci tim yang solid dan aman. Spirit puasa mengajarkan kita untuk menghindari ghibah (membicarakan keburukan rekan kerja), mencegah namimah (adu domba yang merusak suasana kantor), serta menolak qoul az-zur (perkataan/laporan palsu, termasuk manipulasi data kerja). - At-Taisir (Memberi Kemudahan)
Dari sisi struktural, kepemimpinan yang baik akan melahirkan kebijakan-kebijakan yang memanusiakan karyawan, tidak menzalimi, dan memberikan kemudahan yang proporsional sesuai porsinya
Pengajian ini ditutup dengan sebuah refleksi bahwa Ramadhan adalah momentum terbaik untuk me- reset ulang kebiasaan kerja, mengubah meja kerja menjadi ladang pahala, dan menjadikan integritas sebagai identitas sejati seorang muslim profesional.




