Kawal Mutu Lulusan Hadapi Tantangan Global, Fakultas Psikologi UMS Gelar Need Assessment Evaluasi Kurikulum Mayor

Surakarta, 14 April 2026 – Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Demi memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan dinamika industri dan masyarakat, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersiap melakukan perombakan besar-besaran. Langkah awal ini diwujudkan melalui rapat koordinasi pendahuluan bertajuk Need Assessment Evaluasi Kurikulum Mayor, yang melibatkan seluruh pimpinan program studi (Kaprodi), mulai dari jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), Doktoral (S3), hingga Profesi.

Need Assement ini merupakan gaagasan dari hasil Audit Mutu Internal (AMI) pada semester sebelumnya. Meskipun saat ini seluruh program studi telah menggunakan pendekatan kurikulum Outcome-Based Education (OBE), pimpinan fakultas bersama tim kurikulum menilai bahwa ini adalah momentum yang tepat untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna mengukur efektivitas pembelajaran.

Memetakan Kondisi Kurikulum: Evaluasi Harus Sesuai Siklus

Dr. Laili Etika Rahmawati, S.Pd., M.Pd (Pakar Kurikulum dari LPPIP UMS)

Dalam sesi pemaparan, Ibu Laili menyoroti peta jalan pendokumentasian kurikulum yang ada saat ini. Ia memberikan catatan khusus pada program Magister yang dinilai perlu segera melakukan akselerasi evaluasi agar tidak tertinggal dari jadwal.

Namun, ia juga menekankan sebuah aturan emas dalam dunia akademik: sebuah kurikulum tidak boleh diubah di tengah jalan sebelum tuntas dilaksanakan.

“Revitalisasi atau pembaruan kurikulum mayor idealnya baru bisa dieksekusi setelah satu siklus penuh berjalan, yakni sekitar empat hingga lima tahun pasca-implementasi. Oleh karena itu, kita harus memastikan pelaksanaannya tepat waktu dan terstruktur serta mengikuti arahan dari Kemdikti” jelas Ibu Laili.

Berdasarkan pemetaan tersebut, Fakultas Psikologi UMS telah menetapkan tenggat waktu pembaruan kurikulum: Program Magister (S2), Doktoral (S3), dan Profesi dijadwalkan pada tahun 2026, sementara untuk Program S1 Psikologi akan difinalisasi pada tahun 2028.

Khusus untuk jenjang S2 dan S3, Prof. Tari selaku Kaprodi diimbau untuk menyelaraskan pembaruan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) secara bersamaan guna memastikan seluruh dokumen mutakhir dan tuntas.

Bukan Sekadar Dokumen, Ini Tentang Kualitas Lulusan

Husni Thamrin, M.T., Ph.D (Pakar Kurikulum dari LPPIP UMS)

Sesi diskusi menjadi semakin tajam ketika Bapak Husni mengurai benang merah antara Sistem Kurikulum Outcome-Based (OB), Program Outcomes (PO), dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Sering kali, pengukuran ini dianggap sebagai rutinitas administratif semata. Padahal, ketiganya adalah alat ukur utama kesuksesan mahasiswa.

“Pengukuran CPL adalah cara kita melihat apakah lulusan benar-benar mencapai kompetensi yang kita janjikan di kurikulum. Yang perlu digarisbawahi, pengukuran CPL wajib dilakukan secara rutin setiap tahun, bukan hanya saat kita ingin mengganti kurikulum,” tegas Husni.

Husni juga mengklarifikasi bahwa program studi tidak perlu menunggu kurikulum baru disahkan untuk mulai mengukur CPL dan CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah). Keduanya bisa diukur menggunakan sistem evaluasi yang baru saja diluncurkan, yang juga akan mempermudah program studi dalam mempertahankan standar akreditasi nasional maupun internasional.

Triangulasi Data dan Langkah Taktis ke Depan

Demi menyukseskan agenda besar ini, Fakultas Psikologi UMS telah merumuskan sejumlah langkah taktis yang mengikat seluruh program studi, di antaranya:

Di akhir rapat, Wakil Dekan I Fakultas Psikologi Wisnu Sri Hertinjung, dan Kaprodi Profesi Psikologi Susatyo Yuwono, dan serta Kaprodi Sarjana Afriza Animawan Arifin menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung mengawal dan memastikan seluruh proses pengukuran CPL dan pelaporan evaluasi di setiap program studi selesai tepat waktu.

Dengan terlaksananya Need Assessment ini, Fakultas Psikologi UMS kembali membuktikan bahwa inovasi pendidikan tidak boleh berjalan di tempat. Evaluasi berkelanjutan adalah kunci utama mencetak lulusan psikologi yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga tangguh dan relevan di dunia nyata

Scroll to Top