Fakultas Psikologi UMS Gelar Workshop Strategi Pemilihan Jurnal dan Submisi Manuskrip – Series Workshop Pusat Studi

Surakarta, 29 Juli 2026 – Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerja sama dengan Pusat Studi Psikologi Islam dan CIP (Center of Indigenous Psychology), menutup rangkaian tiga tahap Workshop Pengembangan Kapasitas Riset Dosen dengan sesi bertajuk Strategi Pemilihan Jurnal dan Pengelolaan Proses Submisi Manuskrip. Berbeda dari dua sesi sebelumnya yang membahas penyusunan proposal dan naskah publikasi, sesi tahap ketiga ini berfokus pada bagaimana akademisi dapat mengidentifikasi jurnal internasional bereputasi yang tepat serta mengelola proses submisi secara efektif hingga artikel diterbitkan. Kegiatan diselenggarakan di Ruang Hybrid Lantai 2 Fakultas Psikologi UMS dengan menghadirkan Gita Aulia Nurani, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog sebagai narasumber utama.

Dokumentasi lengkap kegiatan dapat diakses melalui tautan [YouTube] dan Sesi Lanjutan [YouTube]

Mengawali paparannya, Gita Aulia mengajak peserta untuk mengubah cara pandang terhadap proses publikasi ilmiah — bukan sebagai sebuah kejadian sekali jadi, melainkan sebagai proses yang dinamis, serta membutuhkan kesabaran ekstra dari penulis.

“Publishing is a process, not a one-time event. Publikasi ilmiah adalah sebuah maraton, bukan lari cepat; kesiapan dan strategi yang tepat sebelum melakukan submisi akan menghemat waktu dan meningkatkan peluang keberhasilan artikel Anda di tingkat internasional.” — Gita Aulia Nurani, Ph.D.

Gita menjabarkan tiga alasan mengapa proses publikasi diibaratkan sebagai sebuah maraton:

  1. Tahapan yang Bertahap: Seperti lari maraton yang memiliki beberapa pos pengecekan, publikasi ilmiah melibatkan serangkaian proses. Setiap tahap harus melewati evaluasi editor atau reviewer sebelum dapat berlanjut ke tahap berikutnya, hingga akhirnya mencapai garis finish, yaitu publikasi.
  2. Dinamis dan Tidak Terduga: Durasi proses dari submisi hingga terbit sangat bervariasi — ada artikel yang ditolak dengan cepat (desk rejection), ada yang menunggu beberapa minggu untuk masuk tahap review, bahkan ada yang memerlukan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun untuk mendapatkan kepastian.
  3. Membutuhkan Strategi dan Persiapan: Mengingat prosesnya yang panjang, penulis tidak bisa sekadar asal kirim naskah. Diperlukan persiapan matang sebelum submisi agar waktu tidak terbuang percuma, karena setiap langkah menentukan apakah naskah akan tetap berlanjut atau justru berhenti di tengah jalan.

Beberapa poin substantif lain yang disampaikan dalam sesi ini meliputi:

  • Pemanfaatan Journal Finder: Peserta diperkenalkan pada fitur Journal Finder atau Journal Suggester milik penerbit-penerbit besar seperti Elsevier, Springer Nature, Taylor & Francis, dan Wiley, yang dapat membantu mencocokkan naskah dengan jurnal yang paling relevan.
  • Pertimbangan APC dan Akses: Penulis perlu memahami perbedaan opsi Open Access dan Subscription (close access) beserta konsekuensi biayanya, namun didorong untuk tidak berhenti submit hanya karena kendala biaya, karena tersedia opsi publikasi gratis.
  • Verifikasi Kredibilitas Jurnal: Peserta diajarkan menggunakan SJR (Scimago Journal & Country Rank) untuk memverifikasi kuartil (Q) sebuah jurnal, serta memanfaatkan alat bantu berbasis AI seperti Researcher.life dalam proses pencarian jurnal yang sesuai.

Secara khusus, Gita, Ph.D menjelaskan salah satu opsi publikasi yang sering luput dari perhatian peneliti, yaitu jurnal dengan model Diamond Open Access. Model ini memberikan keuntungan ganda bagi penulis: gratis tanpa biaya publikasi (Article Processing Charge/APC), sekaligus terbuka untuk diakses siapa pun secara cuma-cuma. Jurnal dengan model ini umumnya dikelola oleh universitas atau organisasi besar seperti UNICEF dan ILO. Namun, beliau mengingatkan bahwa karena sifatnya yang gratis dan terbuka, tingkat seleksi jurnal Diamond Open Access biasanya jauh lebih ketat, dengan proses antrean yang cenderung lebih panjang dibandingkan jurnal berbayar.

Terkait langkah teknis penggunaan Journal Finder, Gita memaparkan alurnya secara rinci kepada peserta:

  1. Mengakses Tool Pencari: Masuk ke situs web resmi penerbit besar (Elsevier, Springer Nature, Taylor & Francis, atau Wiley) dan mencari fitur Journal Finder atau Journal Suggester.
  2. Memasukkan Data Manuskrip: Memasukkan judul dan abstrak artikel penelitian ke kolom yang tersedia pada tool tersebut.
  3. Algoritma Pencocokan: Sistem akan menganalisis teks yang dimasukkan untuk mencocokkan naskah dengan scope dan fokus jurnal yang relevan di bawah penerbit tersebut.
  4. Identifikasi Jurnal: Hasil pencarian akan memunculkan daftar jurnal potensial. Peserta kemudian perlu meninjau detail masing-masing jurnal — seperti impact factor, kuartil, dan biaya open access — untuk menentukan pilihan terbaik.

Sebagai catatan penting, Gita mengingatkan peserta untuk selalu melakukan pengecekan ulang di situs web resmi jurnal yang bersangkutan setelah mendapatkan rekomendasi dari Journal Finder, guna memastikan informasi yang diperoleh tetap akurat dan valid.

Dengan berakhirnya sesi tahap ketiga ini, rangkaian Workshop Pengembangan Kapasitas Riset Dosen Fakultas Psikologi UMS pun genap menempuh siklus penuh — mulai dari penyusunan proposal penelitian, penulisan naskah publikasi, hingga strategi pemilihan jurnal dan submisi manuskrip — sebagai bekal bagi dosen untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang berdampak dan terpublikasi di jurnal bereputasi internasional.


Scroll to Top