Fakultas Psikologi UMS Rangkul 49 Pendidik Aisyiyah Klaten, Perkuat Fondasi Pendidikan Usia Dini

Surakarta, 2 Juli 2026 – Pendidikan prasekolah bukan sekadar arena persinggahan sebelum anak memasuki sekolah dasar, melainkan masa keemasan yang membentuk fondasi masa depan mereka. Menyadari hal krusial tersebut, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengambil langkah proaktif dengan menggandeng Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGABA) Klaten Selatan untuk menggelar pelatihan kompetensi mengajar.

Bertajuk “Mengajar Anak Usia Dini Berbasis Perkembangan Anak”, agenda yang dihelat di Wisma Yatim Desa Ngalas, Klaten Selatan, pada Kamis (25/6/2026) ini menjadi ruang belajar interaktif bagi 49 pendidik. Para peserta merupakan ujung tombak dari 19 lembaga pendidikan prasekolah Aisyiyah di wilayah tersebut, meliputi Kelompok Bermain (KB), Raudhatul Atfal (RA), hingga Taman Kanak-kanak (TK).

Program Pengabdian kepada Masyarakat
Program Pengabdian kepada Masyarakat

Pelatihan ini menghadirkan dua pakar sekaligus praktisi dari Fakultas Psikologi UMS, yakni Lusi Nuryanti, M.Si., Ph.D., Psikolog, dan Bayu Suseno, M.Psi., Psikolog. Keduanya membongkar paradigma lama dan membekali para peserta dengan metode pembelajaran yang senapas dengan tahapan psikologis anak.

Lusi Nuryanti, yang juga bertindak sebagai ketua tim pengabdian, menyoroti betapa besar pengaruh seorang guru dalam memaksimalkan potensi anak sejak dini. Menurutnya, pemahaman mendalam tentang karakteristik tumbuh kembang wajib menjadi bekal sebelum merancang skenario pembelajaran di ruang kelas.

“Setiap anak itu unik. Mereka tumbuh dengan ritme dan karakteristik yang tidak bisa disamaratakan. Guru perlu meramu kegiatan belajar yang tidak melulu berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga merangsang perkembangan sosial, emosional, bahasa, motorik, dan kognitif secara seimbang,” tegas Lusi, Rabu (1/7/2026).

Ketua PKM - Lusi Nuryanti, Ph.D
Ketua PKM – Lusi Nuryanti, Ph.D

Langkah strategis menjembatani ruang akademik perguruan tinggi dengan realitas di lapangan ini didesain agar tidak berjalan satu arah. Para peserta justru diajak menyelami materi melalui diskusi dua arah dan sesi berbagi pengalaman. Tantangan-tantangan nyata yang selama ini mereka hadapi di kelas dikupas tuntas.

Menariknya, tim pengabdian UMS tidak turun sendiri. Mereka menerjunkan empat mahasiswa—dua dari jenjang sarjana dan dua dari program magister—sebagai wujud nyata implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).

Di sesi ini, Winarningsih, salah seorang mahasiswa Magister Psikologi UMS yang juga menjabat sebagai Kepala TK Aisyiyah sekaligus aktivis IGABA Magetan, tampil membagikan praktik baik (best practice). Pengalaman nyata yang telah terbukti berhasil ia terapkan di sekolahnya menjadi suntikan inspirasi tersendiri bagi peserta lain.

Sinergi yang terbangun ini pun menuai apresiasi hangat. Ketua IGABA Klaten Selatan, Sri Suparti, S.Pd., memandang kolaborasi perguruan tinggi dan organisasi profesi ini sebagai angin segar bagi peningkatan mutu pendidikan anak usia dini di wilayahnya.

“Materi yang disajikan sangat membumi dan menjawab kebutuhan kami di lapangan. Tentu kami menaruh harapan besar agar sinergi semacam ini terus berlanjut. Wawasan para pendidik harus terus diperbarui seiring berjalannya waktu,” tutur Sri.

Respons senada meluncur dari Siti Masitoh, perwakilan KB Aisyiyah Ngalas. Baginya, pelatihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan oase ilmu yang sangat aplikatif.

Photo Bersama

“Kami amat bersyukur. Selain materinya mudah dicerna dan memberi perspektif baru tentang cara mendampingi anak, pelatihan ini juga difasilitasi secara cuma-cuma. Ini adalah wujud dukungan luar biasa yang sangat membantu kami para guru untuk terus berbenah,” ungkap Masitoh dengan antusias.

Melalui inisiatif ini, komitmen Fakultas Psikologi UMS bersama IGABA Klaten Selatan tampak membuahkan hasil nyata. Sebuah investasi jangka panjang demi memastikan anak-anak mendapatkan pendampingan terbaik di masa paling kritis dalam pertumbuhan mereka.

Scroll to Top