BEM Psikologi UMS Adakan Seminar Nasional Quarter Life Crisis

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi UMS menggelar Seminar Nasional Quarter Life Crisis pada hari Minggu, 29 November 2020 mulai dari pukul 09.00 WIB hingga selesai. Acara ini diikuti oleh kurang lebih 100 peserta dan dilaksanakan melalui Zoom Meeting. Ketua panitia seminar, Rahma Ardiani menjelaskan bahwa tujuan dari seminar ini adalah untuk memberikan edukasi dan persiapan kepada masyarakat umum agar mereka lebih siap menghadapi Quarter Life Crisis. Untuk memeriahkan seminar, peserta juga melakukan kampanye dengan pemasangan twibbon di media sosial. Bagi peserta dengan caption terbaik, akan diberikan doorprize yang diumumkan pada saat seminar.

Seminar Nasional Quarter Life Crisis menghadirkan Dosen Psikologi UMS, Rizqi Zulfa Qatrunnada, M. Psi., Psikolog dan Dosen Psikologi UMBY, Jelang Hardika, S. Psi., M. Psi., Psikolog sebagai pembicara. Dari pemaparan yang disampaikan oleh kedua pembicara, Quarter Life Crisis (QLC) dijelaskan sebagai suatu rasa takut yang muncul dalam diri seseorang pada usia 20 hingga 30 terhadap kelanjutan hidupnya di masa depan terkait karier, relasi dan kehidupan sosial. Dalam Quarter Life Crisis terdapat 4 fase, yakni locked in, separation, exploration dan rebuilding. Terdapat pula pemaparan mengenai cara menghadapi Quarter Life Crisis selama pandemi, diantaranya yaitu menyadari bahwa fase QLC adalah normal, melakukan perbaikan berkelanjutan, menuliskan hal-hal yang patut disyukuri, lebih bijak dalam mengolah informasi, mencari dukungan dan berolahraga.

Dalam pelaksanaan acara, terdapat sedikit kendala teknis akibat sinyal yang menyebabkan peserta keluar-masuk dan sempat terjadi pula eror pada jaringan pembicara dan moderator. Namun, kendala ini masih dapat ditangani dengan baik, sehingga selanjutnya acara dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu. Peserta seminar pun mengikuti acara dengan antusias, mereka aktif merespon pembicara dan bertanya pada saat sesi tanya jawab.

Mengenai kesan selama pelaksanaan seminar, Rahma mengatakan “Acara ini tidak hanya memberikan benefit berupa material, melainkan juga ilmu yang bermanfaat berupa persiapan bagi kita semua saat terjun langsung menghadapi krisis usia 20-30an. Semoga baik panitia maupun peserta setelah mengikuti acara QLC dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat secara langsung”. (Ah)

Scroll to Top