Audit Mutu Internal Tengah Tahun Gasal 2025/2026 – Program Studi Magister Psikologi

SOLO, 12 Februari 2026 – Komitmen untuk terus meningkatkan standar pendidikan kembali ditunjukkan oleh Program Studi Magister Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Hari ini, Kamis (12/2), audit mutu internal (AMI) untuk evaluasi tengah tahun semester Gasal 2025-2026 sukses digelar di Ruang Rapat Lt. 1 Fakultas Psikologi UMS.

Agenda krusial ini dipandu langsung oleh dua auditor internal, Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum, S.K.M., M.Kes. dan Adi Nurcahyo, S.Pd., M.Pd. Hadir dalam forum diskusi ini jajaran pimpinan fakultas, termasuk Wakil Dekan, Kaprodi dan Sekprodi Magister Psikologi, serta perwakilan dari Unit Penjaminan Mutu (UPM/GPM).

Integrasi Digital Semakin Matang Evaluasi kali ini membawa kabar baik terkait transformasi digital di lingkungan prodi. Berdasarkan hasil audit, integrasi sistem akademik dinilai sangat positif. Seluruh Mata Kuliah (MK) kini telah terhubung penuh dengan sistem pembelajaran daring (SPADA UMS).

Tak hanya itu, pengukuran Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) kini tercatat otomatis dan terintegrasi bagi setiap lulusan. Perbaikan tata kelola juga terlihat dari sistem penanganan keluhan (handling complaint) yang kini lebih terstruktur dan terpusat.

Fokus Perbaikan ke Depan Meskipun banyak pencapaian positif, audit ini tetap menjadi cermin untuk perbaikan. Auditor mencatat hasil evaluasi yang cukup melegakan: tanpa temuan Mayor (0). Namun, terdapat catatan berupa 2 Observasi dan 2 Ketidaksesuaian Minor yang menjadi pekerjaan rumah untuk penyempurnaan segera.

Sebagai langkah strategis berikutnya, Prodi Magister Psikologi juga telah menjadwalkan peninjauan kurikulum berskala besar (Mayor) guna memastikan materi pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan zaman.

Masyarakat dan calon mahasiswa dapat mengakses informasi terkini mengenai perkembangan akademik melalui Laman Website Magister Psikologi UMS.

Audit ini diharapkan bukan sekadar formalitas, melainkan pemicu semangat untuk memperbaiki sektor-sektor yang masih memiliki celah, demi layanan pendidikan yang prima.

Scroll to Top