ums.ac.id, SURAKARTA – Langkah nyata dalam mengabdi kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al-Ghozali, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Mereka secara resmi meluncurkan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) bertajuk “Catur Cerdas: Ciptakan Edukasi, Resiliensi, Digitalisasi, dan Kemandirian Masyarakat melalui Optimalisasi Rasa Handarbeni sebagai Pendekatan Nguri-Uri Kampung Tani.” Program inovatif ini berjalan di bawah bimbingan langsung Dosen Fakultas Psikologi UMS, Suwanda Priyadi, M.A.
Momen peluncuran program ini digelar dengan antusias di Balai Desa Catur, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali pada Kamis (18/6/2026). Acara ini dihadiri oleh 47 peserta yang mewakili berbagai elemen penting, mulai dari warga setempat, tim pelaksana, perwakilan organisasi mahasiswa, hingga jajaran Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta-Inovasi (DKPTI) UMS.
Mengapa Desa Catur yang dipilih? Ketua Tim PPK Ormawa IMM Al-Ghozali UMS, Musakinah Oktafira Aura Wijaya, memaparkan bahwa desa ini menyimpan potensi sumber daya alam dan manusia yang luar biasa. Namun, di balik potensi emas tersebut, terdapat tantangan nyata yang menuntut sentuhan pemberdayaan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Berangkat dari realitas itulah, kami menginisiasi program Catur Cerdas. Tujuannya jelas: memaksimalkan potensi desa lewat penguatan literasi, digitalisasi UMKM, peningkatan kesadaran kesehatan mental, hingga pengembangan agrikultur dan pelestarian budaya lokal,” tuturnya pada Senin (22/6/2026).
Musakinah menaruh harapan besar agar inisiatif ini mampu menjadi batu loncatan bagi warga Desa Catur untuk bertumbuh menjadi masyarakat yang jauh lebih mandiri, tangkas beradaptasi, dan kaya akan inovasi.
Puncak acara peresmian diwarnai dengan tradisi pemotongan tumpeng, sebuah simbol filosofis dimulainya kiprah PPK Ormawa IMM Al-Ghozali UMS di tahun 2026. Momen sakral ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan ikrar bersama untuk mewujudkan program pemberdayaan yang berdampak panjang bagi masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum IMM Al-Ghozali UMS, Muhammad Raihan Akbar, menekankan esensi dari program ini. Baginya, Catur Cerdas adalah wujud nyata pemberdayaan yang menitikberatkan pada sinergi lintas sektor.
“Ini adalah ruang kolaborasi. Kami sangat berharap sinergi yang terbangun dapat terus menyala, membawa Desa Catur berevolusi menjadi desa yang benar-benar cerdas dan berdaya secara berkelanjutan,” tegas Raihan.
Kehadiran mahasiswa ini disambut dengan tangan terbuka oleh Camat Sambi, Dony Mahendra. Meski mengakui bahwa model pemberdayaan semacam ini terbilang segar di wilayahnya, Dony memancarkan optimisme tinggi.
“Desa Catur ini dianugerahi potensi alam dan manusia yang gemah ripah loh jinawi. Melalui sentuhan strategis dari ide-ide brilian mahasiswa, saya yakin seluruh potensi tersebut dapat terekspos dan tergarap secara maksimal,” ungkapnya bangga.
Dari kacamata akademik, Kasubdit Talenta, Inovasi, dan Prestasi DKPTI UMS, Ir. Muhammad Alfatih Hendrawan, S.T., M.T., menjabarkan bahwa PPK Ormawa adalah inisiatif strategis dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Keberhasilannya sangat bergantung pada harmoni antara mahasiswa, perangkat desa, dan warga.
“Selama empat bulan ke depan, program ini akan menjadi laboratorium kehidupan. Mahasiswa tidak hanya menajamkan keahlian (soft skills dan hard skills) mereka, tetapi juga terjun langsung mendampingi masyarakat agar benar-benar berdaya,” paparnya.
Antusiasme serupa juga terekam kuat dari para pemangku kepentingan setempat. Merujuk pada hasil audiensi tim PPK Ormawa, seluruh elemen masyarakat memberikan lampu hijau dan dukungan penuh. Mereka menaruh asa agar program ini mampu merekatkan kolaborasi segitiga antara perguruan tinggi, pemerintah, dan warga guna memajukan literasi, ekonomi, budaya, serta pertanian desa.
Merespons tingginya ekspektasi tersebut, Tim PPK Ormawa IMM Al-Ghozali UMS mengukuhkan komitmen mereka. Ke depan, tim ini siap merangkul berbagai dinas terkait, praktisi ahli, serta narasumber kompeten untuk memastikan program Catur Cerdas tidak sekadar menjadi wacana, melainkan membawa transformasi nyata bagi Desa Catur.