Surakarta, 19 Juni 2026 – Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan acara Wisuda Fakultas Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang bertempat di Ruang Seminar Gedung L Lantai 5, Sekolah Pascasarjana UMS, pada hari Jumat (19/6/2026). Acara ini menjadi momen bersejarah yang menandai tuntasnya perjuangan akademik para mahasiswa.
Kegiatan Pelepasan Calon Wisudawan ini bukanlah merupakan kegiatan pelepasan belaka, melainkan bentuk penegasan komitmen Fakultas Psikologi UMS dalam mengawal mahasiswanya agar dapat lulus tepat waktu. Ketepatan waktu penyelesaian studi ini dinilai sebagai salah satu indikator utama keberhasilan dalam menjalankan proses pendidikan yang berkualitas.
Acara wisuda tingkat fakultas ini berlangsung dengan sangat meriah namun tetap khidmat. Rangkaian kegiatan resmi diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Sang Surya dan Mars HIMPSI Psikologi. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh dosen senior Fakultas Psikologi UMS, Bapak Drs. Soleh Amini Yahman, M.Si., Psikolog.
Suasana pelepasan kali ini terasa semakin berkesan dengan hadirnya penampilan seni dari UKM Teater Lugu Fakultas Psikologi. Mereka turut menyumbangkan lagu perpisahan yang dibawakan dengan indah oleh Hiranya Jingga Rain Arundaya serta Qomariah Naya Paramita, memberikan hiburan sekaligus rasa emosional bagi seluruh wisudawan dan orang tua yang hadir.
Melalui kelulusan ini, Fakultas Psikologi UMS berharap para alumni dapat terus membawa nama baik almamater, mengamalkan ilmu yang telah didapat, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas di tengah perkembangan zaman.

Dekan Fakultas Psikologi UMS, Ibu Dr. Lisnawati Ruhaina, S.Psi., M.Si., Psikolog, menyampaikan bahwa begitu banyak prestasi baik akademik maupun non-akademik yang telah diukir oleh para mahasiswa. Hal tersebut menunjukkan bahwa lulusan Fakultas Psikologi UMS merupakan orang-orang yang siap menghadapi tantangan zaman. Beliau juga menjelaskan bahwa fakultas telah menyediakan jalur pendidikan yang lengkap untuk pengembangan karir para lulusan, mulai dari Magister Psikologi (S2), S3 Psikologi, hingga Pendidikan Profesi Psikolog. Menghadapi era ketidakpastian global, beliau berpesan:
“Uncertainty ini memang tidak bisa dielakkan, tetapi kita punya yang pasti. Yang pasti adalah kita punya backup: Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan kita tahu bahwa kalau kita sudah memanfaatkan kedekatan kita dengan Allah, maka semuanya akan terasa menentramkan. Selamat menghadapi tantangan-tantangan baru karena sudah selesai menyelesaikan tantangan sebelumnya. Insyaallah tantangan berikutnya akan membawa Anda pada kematangan karena Anda pasti akan menghadapi ujian-ujian hidup yang sesungguhnya.” papar Ibu Lisnawati.
Tidak hanya itu, Dekan juga mendorong para lulusan untuk memanfaatkan jejaring alumni melalui IKAPSI (Keluarga Alumni Psikologi) guna mencari peluang kerja, mempererat tali silaturahmi, serta bersama-sama membangun optimisme yang ditutup dengan seruan semangat “Psikologi Jaya!”.
Acara dilanjutkan dengan prosesi sakral penyerahan vendel secara simbolis kepada para wisudawan dan wisudawati oleh Dekan serta Kaprodi sebagai tanda resmi pelepasan mereka dari dunia perkuliahan menuju pengabdian masyarakat yang sesungguhnya.

Tak lupa, perwakilan dari orang tua wisudawan, Ibu Ucik Marliani, menyampaikan sambutan hangat penuh rasa bangga dan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam mengawal proses panjang anak-anak mereka dalam menggapai cita-cita. Beliau berpesan agar para wisudawan terus belajar karena dunia berubah dengan cepat, menjaga rasa ingin tahu sebagai modal terbesar, serta selalu mengutamakan etika dan empati. Beliau menyampaikan pesan mendalam “Pulang bukanlah tempat beristirahat, melainkan rumah merupakan tempat ternyaman” dan menutupnya dengan pantun:
“Pergi ke pasar membeli udang.
Udangnya dimasak eh kepedesan.
Untuk wisudawan, selamat berjuang.
Raih masa depan dengan penuh kesuksesan.” ujar Ibu Ucik.

Momen penuh haru juga datang dari perwakilan wisudawan terbaik program Sarjana (S1), Tegar Aji Putra Pamungkas. Dalam refleksinya selama 4 tahun menempuh kuliah, ia menyampaikan bahwa tantangan terbesar bukanlah sekadar nilai, melainkan bagaimana mengelola kehidupan, menyeimbangkan organisasi, tugas, dan target pribadi. Baginya, ilmu psikologi telah mengajarkan arti penting empati dan memahami diri sendiri tanpa menghakimi. Tegar menyampaikan apresiasi mendalam untuk dosen, keluarga, serta teman seperjuangan, sekaligus menitipkan pesan untuk masa depan:
“Jangan ukur nilai dirimu dari seberapa cepat kamu sampai, tetapi ukur juga dari seberapa jauh kamu telah bertumbuh. Karena pada akhirnya kehidupan bukan tentang kompetisi, siapa yang paling lebih cepat? melainkan perjalanan untuk menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke hari.” tutur Tegar.

Kebahagiaan senada juga diungkapkan oleh perwakilan wisudawan dari program Magister (S2), Ibu Eti Handayani. Melalui untaian pantun kreatif yang disampaikan oleh bu Eti
“Ke pasar pagi membeli duku,
Tidak lupa belanja kemangi.
Terima kasih dosen dan pembimbingku,
Sabar menghadapi tugas dan revisi tesis kami.”“Jalan-jalan ke Kota Blitar,
Pulang sore membeli baju.
Akhirnya kita resmi menjadi sarjana atau magister pintar,
Kini saatnya kita mengamalkan ilmu.” -ucap bu Eti













