
Oleh Prof. Taufik Kasturi, M.Si., Ph.D
Paradigma psikologi Islam terutama dalam konsep fitrah ini atau paradigma yang ini adalah paradigma yang akan tampak jelasnya letak bedanya antara psikologi Islam dengan psikologi barat. Psikologi Islam bisa dijelaskan melalui konsep Fitrah ini, karena Fitrah inilah yang dimiliki oleh Islam yang tidak dimiliki oleh orang-orang di luar Islam. konsep inilah yang menjadi titik pembatas yang jelas antara psikologi Islam dengan psikologi Barat. Sebelum kita ke sana kita akan masuk dalam posisi psikologi Islam dibandingkan dengan psikologi barat dalam konsep paradigmanya itu paradigma yang mekanistis dan paradigma yang humanistis kalau psikologi Barat itu konsepnya Freud atau konsepnya humanistiknya Maslow misalnya kalau di konsep paradigma mekanistis misalnya bahwa manusia itu seperti mesin manusia itu tidak punya kehendak ketika orang itu dipukul maka dia akan balas memukul ketika orang itu lapar maka dia akan makan ketika dia itu haus maka kita akan minum seakan-akan perilaku manusia itu ditentukan oleh lingkungannya, ditentukan oleh orang lain ketika kita dikata-katai oleh orang kita akan marah, ketika kita dipuji-puji orang kita akan senang itu memang sifat dasar manusia, tapi kita punya Free Will kita punya kehendak, kita tidak bisa perilaku kita itu disetir oleh orang lain orang bisa marah kepada kita belum tentu kita akan marah kepada dia Kenapa karena kita punya kehendak bebas kita punya Free Will.
Untuk Selengkapnya bisa disaksikan melalui channel YouTube Fakultas Psikologi UMS -> Paradigma Psikologi Islam: Konsep Fitrah