Penulisan karya ilmiah diharapkan meningkatkan kualitas pendidikan secara nasional. Dan, kini pun tersedia berbagai wadah untuk menampung karya-karya mahasiswa……
********************************************************
SEBUAH pelatihan dengan tema ‘Penulisan Naskah Publikasi dan Unggah Jurnal Ilmiah’ kembali digelar untuk kelima kalinya, pada Selasa, 21 Mei 2013, oleh Fakultas Psikologi UMS, Solo, Jawa Tengah. Digelar di Ruang Audio Visual Lantai II, Gedung Fakultas Psikologi, Kampus UMS II, Pabelan, acara ini dihadiri setidaknya oleh 100 mahasiswa yang masih aktif.
Dikhususkan sebagai acara untuk para mahasiswa yang telah menyusun proposal untuk skripsi, pemateri dan pembicara utama dalam pelatihan ini adalah Prof. Dr. Ali Imron Al-Ma’ruf, Guru Besar Kesusasteraan Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UMS. Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. Ali Imron Al-Ma’ruf menyampaikan makalahnya yang berjudul Anatomi Artikel/Publikasi Ilmiah pada Terbitan Berkala Ilmiah (Jurnal).
Dalam pemaparan makalahnya, Prof. Dr. Ali Imron Al-Ma’ruf menjelaskan dengan sangat gamblang tentang teknik dan langkah-langkah untuk membuat karya ilmiah yang efektif dan sukses. Karya ilmiah yang baik, menurutnya adalah jenis karya yang memiliki anatomi yang mudah dipahami pembaca. Dari sisi linguistik, artikel atau karya ilmiah yang berbobot juga harus taat dalam kaidah teknis kebahasaan.
Prof. Dr. Ali Imron Al-Ma’ruf banyak menyinggung tentang kesalahkaprahan yang sering dibuat oleh mahasiswa dalam menuliskan karya-karya ilmiah. Dari sisi teknis, menulis karya ilmiah tidaklah terlalu sulit, namun mahasiswa juga harus taat dengan kode-kode dalam penulisan ilmiah. Karena, bagaimanapun, ada stardar-standar dalam penulisan ilmiah. Meski terkesan sepele, kaidah sejenis ini tak boleh diabaikan.
Salah satu hal yang ditekankan oleh Prof. Dr. Ali Imron Al-Ma’ruf adalah tentang ekonomisasi kata-kata. Masih banyak mahasiswa yang membangun kalimat dengan cara sangat boros. Hal yang sebenarnya tidak perlu diungkapkan diungkap dengan cara yang bertele-tele. Ini justru akan membingungkan pembaca selain mencerminkan si penulis abai kaidah bahasa yang benar.
Menurutnya, justru karya ilmiah akan sangat komunikatif bila ditulis secara sederhana dan efisien. Membuat kalimat yang ekonomis membantu tingkat efektifitas dan akan membuat suatu karya ilmiah lebih atraktif bagi pembaca.
“Ekonomisasi kata-kata itu sangat penting,” tegasnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi UMS, Susatyo Yuwono, S.Psi.,M.Si., dalam sesi pengantar sebelum materi utama disampaikan, menyajikan presentasi terkait dengan sikap plagiarisme yang harus dijauhi dalam penulisan karya-karya ilmiah.
Dengan presentasi berjudul ‘Plagiat adalah Kejahatan = Korupsi’, ditegaskannya bahwa tindak penjiplakan atau plagiarisme harus dijauhkan dalam semua proses penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa.
“Menjiplak adalah pelanggaran, karena merampas hak intelektual orang lain yang dilindungi oleh undang-undang,” tuturnya tegas di depan para peserta.
Dijelaskannya pula, untuk mewadahi karya-karya ilmiah mahasiswa yang ada di seluruh lingkungan akademis UMS –– dari level Program Sarjana (S1) hingga Program Doktoral (S3) ––, kini sudah tersedia beragam media publikasi atau wadah yang akan menghimpun karya-karya itu.
Bagi karya-karya mahasiswa yang memperoleh nilai A akan diterbitkan dalam jurnal tercetak (printed edition) oleh pihak universitas. Jurnal ini akan dipublikasikan secara periodik atau berkala bagi semua sivitas akademika di UMS.
Sementara, untuk karya yang memperoleh nilai B, akan diterbitkan secara digital dalam media publikasi berupa jurnal online (online journal) yang dikelola oleh perpustakaan pusat universitas. Dan, bagi karya dengan perolehan nilai C akan dimuat dalam media e-print.
Terkait dengan tersedianya media publikasi untuk karya-karya ilmiah ini, diharapkan mahasiswa untuk terpacu dan terdorong dengan lebih giat dan serius dalam membuat karya ilmiah yang berkualitas.
Penyerabaran gagasan dan temuan-temuan ilmiah dalam karya akademis suatu media ilmiah terpublikasi (publicized scientific journal) ––selain sebagai salah satu syarat kelulusan dalam proses belajar dengan perolehan nilainya–– adalah suatu prestise akademis tersendiri.
[psiums]





